baitul-hikmah.com, Eksistensi pedagang sayur keliling, yang selalu dibutuhkan masyarakat khususnya kaum ibu, menggugah Perum Pegadaian untuk membantunya. Bentuk kepedulian itu diwujudkan dengan membagikan 100 gerobak kepada pedagang sayur di Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Utama (Dirut) Perum Pegadaian, Suwhono, dalam sambutannya pada acara “Program Gerobak Modern Peduli Tukang Sayur” mengemukakan, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Perum Pegadaian kepada para pelaku ekonomi kalangan menengah.
Dengan adanya gerobak baru itu, diharapkan para pedagang sayur tersebut dapat lebih meningkatkan penghasilan mereka. “Selama ini ternyata banyak pedagang sayur yang harus membayar sewa gerobak. Jadi, penghasilannya tiap hari harus dipotong untuk bayar sewa. Sekarang bisa punya gerobak sendiri,” tuturnya.
Dijelaskan lebih lanjut, bantuan yang akan diberikan ke depan tidak hanya sebatas gerobak. Sebab, menurutnya, tidak tertutup kemungkinan bisa memperoleh pinjaman lunak yang bunganya tidak terlalu membebani.
Selain itu, direncanakan juga ada program pendampingan atau bimbingan. Dengan demikian, komitmen penuh Perum Pegadaian dalam turut menyejahterakan rakyat bisa terpenuhi.
Para pedagang sayur yang tersaring untuk memperoleh gerobak berasal dari beberapa pasar tradisional di Jakarta, Bekasi, dan Depok. Program itu merupakan bentuk kepedulian Perum Pegadaian yang bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan ESQ.
Tujuannya, selain untuk meningkatkan kesejahteraan, juga agar para pedagang sayur itu tidak tersingkir dengan makin banyaknya pasar modern. Dari sisi estetika, disebutkan bahwa keberadaan program senilai Rp 574 juta itu diharapkan juga dapat menjaga kenyamanan, keindahan, serta ketertiban kota.
Kepedulian Perum Pegadaian sesungguhnya bukan hanya pada program 100 gerobak untuk tukang sayur saja. Sebelumnya, Perum Pegadaian juga membantu para petani serta memberikan beasiswa.
www.suarakarya-online.com
Artikel Lainnya :