Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Kontak

021-7829511

admin@baitul-hikmah.com

GRAHA ELNUSA, Jl.TB Simatupang Kav 1B Cilandak Jakarta Selatan 12560

Program YBHE

Jadwal Sholat
Latest Blog Entries YBHE Blackberry Launcher

2010 Aset Keuangan Islam 1 Triliun Dolar AS

17 Maret 2009 | 17 March 2009 M Oleh: Admin Baitul-hikmah.com

Uang Dinar - Dirhambaitul-hikmah.com – Dubai, Pertumbuhan keuangan Islam global diprediksi bakal semakin pesat, khususnya setelah krisis ekonomi menghantam negara-negara besar di Barat. Pada 2010 mendatang, aset keuangan Islam diprediksi bisa mencapai 1 triliun dolar AS.
Prediksi yang dirilis Maris Strategies itu juga menunjukkan pertumbuhan perbankan syariah memberikan peran besar dalam pertumbuhan dan perkembangan keuangan Islam. “Sektor perbankan syariah mengalami pertumbuhan sampai 27 persen dalam dua tahun terakhir,” ungkap Managing Director Maris Startegies, Joe DiVanna, seperti dikutip Cityscape Intelligence, di Dubai, akhir pekan lalu. Cityscape sendiri merupakan lembaga yang berbasis di Dubai dan fokus ke sektor real estat.

Menurut DiVanna, aset keuangan Islam sampai awal tahun ini sudah mencapai senilai 643 miliar dolar AS. Dalam dua tahun ke depan, diyakininya, angka itu akan terus mengalami peningkatan. Diakui DiVanna, jika dibandingkan dengan perbankan konvensional global, angka 643 miliar dolar AS itu memang masih kecil. Saat ini, aset keuangan konvensional secara global berada di posisi 70 triliun dolar AS. “Namun, secara pertumbuhan, keuangan Islam jauh lebih konsisten dan stabil ketimbang keuangan konvensional,” ujar DiVanna.

Lebih lanjut, DiVanna menjelaskan, salah satu kunci sukses keuangan Islam adalah sikap dalam menghadapi risiko. “Satu hal yang menjadi kunci dalam keuangan Islam adalah perlakuan dan pendekatan yang konservatif terhadap pembiayaan secara umum, ditambah kebijakan investasi yang aman,” jelasnya.

Dalam sistem keuangan Islam, para pengelolanya sangat memahami bagaimana mengkalkulasi risiko, sehingga tak menjadi beban di kemudian hari. “Jadi, secara keseluruhan, saya menilai keuangan, termasuk perbankan Islam, jauh lebih baik ketimbang perbankan konvensional di Barat. Itu antara lain karena perilaku keuangan Islam dalam meminimalkan risiko,” tandas DiVanna.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan riset perbankan syariah di 2008, kondisi perbankan syariah memiliki espektasi tiga tren yaitu agresif, medium, dan konservatif. Namun, melihat kondisi ekonomi dunia yang negatif Direktur Direktorat Bank Syariah Bank Indonesia Ramzi A. Zuhdi melihat pada 2009 ini pertumbuhan perbankan syariah diambil yang konservatif. Pertumbuhan konservatif, menunjukkan pertumbuhan aset sebesar 25 persen serta pembiayaan dan DPK sebesar 25 persen

Khusus untuk aset perbankan syaraih secara nasional, sambung Ramzi, kalau saat ini jumlahnya sebesar Rp 51,8 triliun atau 44 persen maka pada akhir 2009, ditambah 25 persen maka di akhir tahun 2009 kurang lebih asetnya mencapai 62,5 persen sampai 65 persen. Memang, kata dia, jumlah nasabah masih belum begitu banyak. Hingga saat ini, masih sekitar enam ribu nasabah.

Sedangkan untuk FDR, kata dia, diharapkan bisa terjadi penurunan hingga mencapai 90 persen. Karena, perhitungan yang benarnya, kalau DPK terima 100 persen maka 3 persen untuk GWM maka tinggal 97 persen. Dari angka itu, ada kebutuhan untuk panarikan sehari-hari kalau dihitung 5-7 persen maka tinggal 90 persen. Andaikata yang 5-7 persen diberikan dalam bentuk SUKUK, maka akan menjadi secondary resources. (apv/taq/republika)

Artikel Lainnya :

6 Responses
Tinggalkan komentar anda: