Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Kontak

021-7829511

admin@baitul-hikmah.com

GRAHA ELNUSA, Jl.TB Simatupang Kav 1B Cilandak Jakarta Selatan 12560

Program YBHE

Jadwal Sholat
Latest Blog Entries
YBHE Blackberry Launcher

Apa Perbedaan Beda Zakat, Infaq, dan Sadaqah ?

22 Desember 2011 | 21 December 2011 M Oleh: Admin Baitul-hikmah.com

baitul-hikmah.com, Assalamu’alaikum wr. wb. Ustadz apakah perbedaan antara zakat, infaq, dan shadaqah ?  wassalamu’alaikum wr. wb.
Sahabat Permana, Dalam penjelasan tentang makna terminologis dari zakat, kita telah mengetahui bahwa zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu sebagaimana surat attaubah ayat 60.

Adapun persyaratan harta yang wajib dizakatkan itu antara lain sebagai berikut :
1.    al-milk at-tam -> harta dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah, yang didapat dari usaha, bekerja, warisan atau pemberian yang sah
2.    an-namaa -> harta yang berkembang
3.    telah mencapai nishab
4.    telah melebihi kebutuhan pokok
5.    telah mencapai satu tahun
Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu. Sedangkan menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan / penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam.
Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab. Infaq dikeluarkan oleh setiap  orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia disaat lapang maupun sempit (QS. ali imran 134). Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infaq boleh diberikan kepada siapapun juga, misalkan untuk kedua orang tua, anak yatim, anak asuh dsb (QS. al baqarah 215)
Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariat, pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut hal yang bersifat nonmateriil. Adapun shadaqah maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non materi. Dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah saw memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda:
“Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”.

Shadaqah adalah ungkapan kejujuran (shidiq) iman seseorang. Oleh karena itu Allah swt menggabungkan antara orang yang memberi harta dijalan Allah dengan orang yang membenarkan adanya pahala yang terbaik. Antara yang bakhil dengan orang yang mendustakan. Disebutkan dalam surat al lail ayat 5-10 artinya: “Adapun orang yang memberikan (hartanya dijalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya (jalan) yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami menyiapkan baginya (jalan) yang sukar”.
Wallahu a’lam bishshawab

http://www.amany.org

Tulisan Dunia Perkantoran Lainnya :

 

Tidak ada komentar.
Tinggalkan komentar anda: