Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Kontak

021-7829511

admin@baitul-hikmah.com

GRAHA ELNUSA, Jl.TB Simatupang Kav 1B Cilandak Jakarta Selatan 12560

Program YBHE

Jadwal Sholat
Latest Blog Entries YBHE Blackberry Launcher

Berobat Kok Ke Dukun!?

19 Februari 2009 | 19 February 2009 M Oleh: Admin Baitul-hikmah.com

baitul-hikmah.com – Ribuan orang berbondong-bondong datang untuk bertemu Ponari. Ada yang datang sambil meringis menaham sakit, ada juga yang datang sambil menggendong kerabatnya yang sakit. Mereka datang untuk sembuh, begitu katanya.

Bocah kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar, menjadi selebritis dadakan. Beberapa pekan terakhir ini, Ponari  seorang bocah kecil lugu  menjadi pemberitaan di berbagai media masa. Bayangkan, ribuan orang rela antri berdesakan bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa. Ponari tak tahu apa-apa, dia hanya tahu menyelupkan batu berwarna kuning kecoklatan kedalam cawan air orang-orang yang datang kerumahnya. Ponari tak pernah merapal mantra, tidak juga ada yg mengajarinya.

Ketika Ponari tak boleh lagi mencelupkan batu-nya itu, orang-orang yang datang menjadi panik dan gelisah. Mereka tak kehabisan akal , tapi mereka malah seperti kehilangan akal, orang-orang itu mengais-ngais air apa saja yang mengalir dari rumah Ponari. Air limbah kamar mandi dari rumah Ponari, pun di tampung dan dibawab pulang, untuk pengobatan katanya. Bukan hanya itu, tanah lembab sekeliling rumah Ponari pun jadi sasaran, mereka menganggap tanah itu sudah mengandung air dari rumah Ponari, jadi pasti berkhasiat juga. Tanah-tanah itupun diambil dan dibawa pulang oleh mereka.

Orang-orang itu, yang datang kerumah Ponari, adalah mereka yang mengharapkan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya atau diderita kerabatnya. Mereka melakukan itu bisa jadi karena tak tahan lagi melawan penyakitnya, atau sudah tak tega melihat penyakit yang diderita kerabatnya. Maka cara apapun mereka lakukan, agar terlepas dari penyakit itu.

Sakit memang sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman, sebuah penderitaan yang menimpa seorang manusia dan membuatnya menjadi lemah, lemah secara fisik atau secara psikisi atau bahkan keduanya. Rasa sakit memang hanya dirasakan oleh penderita, namun dampak dari sakit juga dirasakan oleh orang-orang terdekat kita. Sebagai makhluk sosial, penderitaan seseorang tentunya akan melibatkan orang lain disekitarnya. Bukan hanya sakit, wafatnya seorang manusia juga akan melibatkan dan menjadi beban manusia lain disekitarnya.

Sakit adalah sebuah cobaan, bahkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW mengisyaratkan sebagai salah satu cara Allah menghapus dosa kita. Rasulullah SAW sudah memberikan guidance bagi seorang muslim yang sakit, yakni berobat ke ahli pengobatan, mengkonsumsi obat, berdo’a memohon kesembuhan, kemudian bersabar.

Ahli pengobatan yang dimaksud Rasulullah adalah mereka yang telah melakukan proses ilmiah hingga menemukan cara-cara mengobati suatu penyakit. Misalnya Tabib, Ahli Hijamah (bekam), dokter, dan sebagainya. Jadi, ahli pengobatan bukanlah mereka yang mendapat kemampuan tiba-tiba untuk mengobati suatu penyakit  tanpa melalui proses penelitian dan keilmuan yang mencukupi. Rasulullah SAW pernah bersabda,“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari). Hijamah (bekam), minum madu dan kay adalah metode pengobatan yang telah dilakukan  turun temurun sebelum Rasulullah SAW lahir. Proses ini telah melalui pembuktian ilmiah dengan dampak nyata. Tak heran Rasulullah SAW menganjurkan cara ini pada ummatnya. Secara tersirat, Rasulullah SAW mengajarkan pada kita agar melakukan usaha dengan mendatangi seorang ahli yang telah mempelajari sebuah proses pengobatan.

Anjuran lain dari Rasulullah SAW adalah mengkonsumsi madu dan habbah sauda (Biji hitam sejenis jintan). Sebagaimana sabda beliau, “hendaklah kamu menggunakan habba sauda karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala macam penyakit kecuali mati” (HR. Abi Salamah dari Abi Hurairah r.a.). (HR. Bukhori 10/21 & Muslim 2215). Pada zaman modern ini, para pakar melakukan penelitian terhadap kandungan habbah sauda, dan ternyata hasilnya luar biasa, kandungannya terdiri dari unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh kita untuk melakukan healing, yakni:

  1. Saponin

Berupa triterpenoid glikosida, mono saccaride (molekul gula tunggal), yang berbentuk glucose, rhamnose, xysilose, dan arabinose.

  1. Komponen non starch polysaccharide

Bahan aktif ini merupakan sumber yang berguna untuk serat diet.

  1. Asam lemak

Terutama asam lemak tak jenuh (linokleat dan oleat). Meliputi Misristik, palmato-oleat, asam behenat, asam stearat (52%), asam arakidonat (26,95%), omega-3, dan omega-6.

  1. Asam amino

Ada 15 jenis asam amino yang membentuk habba sauda, termasuk didalamnya 9 asam amino esensial.

  1. Arginin

Arginin merupakan bahan aktif yang penting untuk masa pertumbuhan balita.

  1. Karoten

Karoten aka diubah oleh hati menjadi vitamin A.

  1. Mineral

Mineral yang terkandung dalam habba sauda meliputi kalsium, zat besi, sodium, potassium, yang seluruhnya akan berfungsi sebagai cofactor enzim.

  1. Minyak Volatile

Minyak Volatile, seperti Thymoquinone, Nigellone (ditimokuinon), dan Thymohidrokuinone.

  1. Alkolaid
    Antara lain seperti Nigellicine

10.  Dan lain-lain

Selain itu Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk mengkonsumsi Madu, Zaitun dan lainnya, sebagai upaya pengobatan. Saat ini, setelah melalui proses penelitian, terkuak fakta kandungan semua bahan yang dianjurkan beliau memiliki nutrisi yang bermanfaat bagi penyembuhan terhadap suatu penyakit.

Dalil inilah yang menyiratkan pesan pada kita bahwa sakit bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi sesuatu yang berkhasiat dan terbukti secara ilmiah.  Jadi kita boleh mengkonsumsi obat-obatan yang memang terbukti secara ilmiah mengandung unsur-unsur penyembuhan bagi tubuh manusia.

Cara lain yang dianjurkan Rasulullah  adalah dengan berdoa. Misalnya dengan membacakan Al-Fatihah pada segelas air putih kemudian diminumkan dan dibalur. Atau memegang tempat yang sakit kemudian membacakan doa tertentu.

Cara inilah yang banyak diselewengkan menjadi pengobatan yang berbau kurafat. Dalam pengobatan dengan cara berdoa ini, Rasulullah SAW mencontohkan dengan spesifik, beliau mengajarkan do’a-do’a yang harus dibaca dan tata cara melakukannya. Yang kesemuanya itu memohon pada Allah SWT langsung tanpa perantara. Tidak menggunakan keris, batu, air kembang dan sebagainya. Yang disunnahkan hanya air putih dan do’a pada Allah SWT, tidak berdo’a dengan menyebut –nyebut nama seorang syaikh atau kyai, apalagi dengan menyelupkan batu yang dilakukan oleh seorang anak kecil.

Bagian terakhir dari upaya kita untuk sembuh adalah bersabar dan pasrah setelah berikhtiar. Sakit adalah sebuah cobaan, dan Allah SWT tidak memberikan cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan kita. Sakit juga merupakan waktu jeda yang Allah berikan pada kita agar tubuh ini beristirahat, baik secara fisik maupun psikis. Selain itu, sakit juga merupakan peringatan dariNYA untuk kita, bahwa kita adalah makhluk yang lemah tak berdaya dan butuh  bantuan orang lain. Dan, hikmah sakit yang paling dalam bagi kita adalah dekatnya kita dengan kematian. Sakit seakan menjadi warning bagi kita bahwa kematian bisa kapan saja datang menjemput.

Jangan sampai kita menjual kesabaran kita ketika sakit dengan mendatangi dukun atau pengobatan yang jauh dari nilai-nilai ilmiah. Karena tanpa sadar, bisa jadi saat itu kita sedang mempertaruhkan akidah kita. Apa jadinya, disaat kita berobat di tempat yang salah dan berbau khurafat, bukan kesembuhan yang didapat, malah kematian yang kita hampiri disaat akidah kita terjual. Allahu a’lam (warnaislam)

Artikel Lainnya :

4 Responses
Tinggalkan komentar anda: