Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Kontak

021-7829511

admin@baitul-hikmah.com

GRAHA ELNUSA, Jl.TB Simatupang Kav 1B Cilandak Jakarta Selatan 12560

Program YBHE

Jadwal Sholat
Latest Blog Entries YBHE Blackberry Launcher

Corporate Social Responsibility

11 Januari 2012 | 11 January 2012 M Oleh: Admin Baitul-hikmah.com

baitul-hikmah.com, CSR atau Corporate Social Responsibility tentu bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita. Bagi beberapa brand, CSR merupakan sebuah agenda rutin perusahaan, bahkan terdapat brand-brand yang memang memfokuskan kegiatannya bergerak pada bidang sosial.

Pada era seperti sekarang ini, CSR sudah mengalami banyak perkembangan sejak pertama kali diperkenalkan sekitar 1970. CSR tidak lagi hanya merupakan sebuah bentuk kewajiban sosial untuk mengembalikan pada lingkungan dan komunitas, tetapi CSR bila dikemas dengan strategi yang tepat bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkuat sebuah brand. Setiap CSR pasti mempunyai tujuan sosial yang ingin dicapai, seperti bekerja sama dengan organisasi sosial tertentu, lembaga, atau bahkan menyalurkan dan berpartisipasi sendiri dalam proses tersebut.

Bentuk CSR pada umumnya adalah penggalangan dana, pemberian bantuan fasilitas, atau sarana pendukung untuk kemajuan sebuah kawasan atau organisasi tertentu.Hal-hal yang disebutkan di atas saat ini sudah menjadi elemen yang mutlak diperlukan. Oleh karena itu, mengundang partisipasi dalam sebuah CSR kadang mempunyai tantangan tersendiri, padahal keberhasilan sebuah CSR juga mempengaruhi brand image penyelenggara, dan brand lainnya yang mendukung kegiatan tersebut. Diperlukan penambahan elemen lain yang relevan untuk mendukung keberhasilan sebuah CSR,maka penentuan objektif, riset,target sasaran,dan kreativitas sangat berperan penting.

Salah satu contoh yang baik adalah “Elephant Parade” yang dilaksanakan di Singapura baru-baru ini, didukung oleh ABN AMRO Private Banking. Acara ini bertujuan menggalang dana melalui Asian Elephant Foundation untuk pelestarian gajah Asia yang terancam punah. Acara ini mengambil sejarah dari tiga tahun yang lalu di mana seorang ayah dan anak Mike dan Marc Spits yang berkunjung ke Thailand dan melihat seekor anak gajah bernama Mosha yang sebelah kakinya menggunakan kaki palsu karena terkena ranjau darat.

Elephant Parade mengajak partisipasi dari berbagai negara di dunia untuk ikut serta mendukung acara ini,tetapi tidak secara langsung berupa uang. Setiap p a r t i s i p a n yang mengikuti acara ini berhak untuk mendesain patung gajah yang telah disediakan, dan hasil karya setiap partisipan akan dipamerkan dan dilelang yang dananya kemudian akan disumbangkan. Selain itu, berbagai aksesori pendukung lainnya seperti buku, kartu, tatakan gelas, juga dijual yang sebagian hasilnya juga akan disumbangkan.

Dari acara ini bisa dilihat adanya penambahan elemen brand activation, dengan melihat relevansi market yang semakin prosumer (producer- consumer). Selama tiga tahun ini “Elephant Parade” berhasil melelang produk yang nilainya lebih dari 7 juta euro di kawasan Eropa,dan lebih dari 4 juta euro telah disumbangkan. Contoh lainnya adalah CSR yang dilakukan oleh JAGDA (Japan Graphic Design Association) yang mengumpulkan dana untuk membantu anakanak korban gempa dan tsunami di Jepang.

“Handkerchiefs for Tohaku Children” adalah sebuah kegiatan di mana semua anggota JAGDA (586 graphic designers) menyumbangkan karyanya dalam masing-masing selembar sapu tangan,di mana setiap sapu tangan akan dijual 1.500 yen. Setiap desain sapu tangan yang terjual, maka sapu tangan dengan desain yang sama akan dikirimkan juga ke salah seorang anak di Tohaku. Dengan acara ini, setiap brand perusahaan yang turut berpartisipasi mampu menunjukkan kreativitas, kualitas,dan kepeduliannya. Dari detail contoh kasus di atas, dapat terlihat bahwa sebuah CSR bisa mempunyai pengaruh yang sangat besar tidak hanya bagi tujuan sosial yang ingin dicapai, tetapi juga bagi setiap brand yang terlibat di dalamnya.

Dengan pemikiran konsep yang menyeluruh, sebuah CSR bahkan bisa melampaui media promosi lainnya. Perkembangan perilaku masyarakat turut memperkaya strategi yang digunakan untuk keberhasilan CSR,terlebih lagi di negara kita di mana pendekatan yang dilakukan belum memiliki banyak variasi.

http://www.seputar-indonesia.com

Artikel Lainnya :

Tidak ada komentar.
Tinggalkan komentar anda: