
baitul-hikmah.com, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong pihak ketiga lewat Corporate Social Responsibility (CSR) dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Pasalnya, selain masih minim sarana yang representatif, Kabupaten Bandung juga masih kekurangan jumlah puskesmas.
Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, bidang kesehatan telah mendapatkan prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Bandung. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa bantuan pihak lain.
“Pembangunan tidak mungkin dapat berhasil hanya dengan mengandalkan pemerintah saja. Partisipasi aktif stakeholder lain tetap saja dibutuhkan,” katanya seusasi peresmian Puskesmas Pembantu di Kampung Mengger, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/1/12).
Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi, Caman Dayeuhkolot Numan Mukmin, Deputi Kantor Wilayah VI Bank Mandiri Bandung Josephus Tripakoso dan jajaran Muspika. Untuk rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung di Puskesmas tersebut, Bank Mandiri menyalurkan bantuan CSR sebesar Rp 168,8 juta.
Menurut Dadang, saat ini Pemkab Bandung sudah aktif merangkul pihak swasta dalam peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Tidak sedikit dari mereka, telah menunjukan kepedulian mereka dengan berperan serta dalam rehabilitasi sejumlah puskesmas di Kabupaten Bandung. Selain bantuan Bank Mandiri untuk Puskesmas Sukapura, Pemkab Bandung juga dibantu oleh CSR Bank BJB untuk merehabilitasi Puskesmas Soreang yang diresmikan beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi mengakui jumlah puskesmas dan sarana representatifnya di Kabupaten Bandung memang masih minim. “Idealnya, setiap desa memiliki satu Puskesmas Pembantu. Kami akan terus upayakan itu terwujud,” ujarnya.
www.pikiran-rakyat.com