Yayasan Baitul Hikmah Elnusa

Kontak

021-7829511

admin@baitul-hikmah.com

GRAHA ELNUSA, Jl.TB Simatupang Kav 1B Cilandak Jakarta Selatan 12560

Program YBHE

Jadwal Sholat
Latest Blog Entries YBHE Blackberry Launcher

Jangan Berhubungan Sebelum Berdo’a

5 Januari 2009 | 05 January 2009 M Oleh: Admin Baitul-hikmah.com

baitul-hikmah.com- Hadits ini menegaskan bahwa hubungan suami istri tidak semata-mata persoalan melampiaskan syahwat, akan tetapi lebih mulia lagi terkait dengan tujuan sebuah pernikahan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Jika salah seorang ingin melalukan hubungan suami-istri, hendaknya ia berdoa, ‘Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkan syetan dari kami berdua dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami –putra-.

Jika keduanya ditakdirkan mendapatkan seorang anak, ia tidak akan dicelakakan oleh syetan selama-lamanya.”

Hadits ini dikeluarkan At-Thayalisi (1/302 nomor 2705), Ahmad (1/286 nomor 2597), Bukhari (3/1196 nomor 3109), Muslim (2/1058), Abu Dawud (2/239 nomor 3109), At-Tirmidzi (3/401 nomor 1092). At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Juga dikeluarkan Ibnu Majah (1/618 nomor 1919) da Ibnu Hibban (3/263 nomor 983)

Al-Allamah Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfadzul Ahwadzi bisyarhi Jami’ At-Tirmidzi mengatakan, yang dimaksud dengan ‘mendatangi keluarganya’ adalah menggauli istri atau budaknya. Maksudnya, jika seseorang hendak menggauli istrinya, jadi doa itu diucapkan sebelum melakukannya. ‘Apa yang Engaku anugerahkan kepada kami’ artinya anak dan ‘Tidak dicelakakan syetan selama-lamanya’ artinya syetan tidak bisa menguasainya hingga anak itu kelak tidak bisa melakukan amal shalih, artinya anak akan terjaga dari godaan syetan.

Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang jenis celaka yang diakibatkan syetan kepada anak manusia setelah kedua suami istri itu sepakat untuk tidak hamil. Kesepakatan itu dipicu oleh sikap mereka terhadap hadits shahih:

إِنَّ كُلَّ بَنِي آدَمَ يَطْعَنُ الشَّيْطَانُ فِي بَطْنِهِ حِينَ يُولَدُ, إِلَّا مَنْ اِسْتَثْنَى

“Setiap anak Adam ditikam oleh syetan di perutnya saat dilahirkan selain yang dikecualikan.”

Penikaman seperti ini adalah salah satu jenis celaka yang ditimbulkan oleh syetan. Ada juga yang berpendapat bahwa syetan akan menguasainya agar namanya tidak diberkahi. Ada yang mengatakan tidak dibinasakan. Dan ada juga yang mengatakan tidak dicelakakan urusan agamanya.

Ad-Dawudi berkata, yang dimaksud dengan celaka di sini adalah tidak difitnah oleh syetan dalam agamanya hingga ia menjadi kafir. Ini tidak berarti anak Adam terbebas dari kemaksiatan.

Hadits di ini menegaskan bahwa hubungan suami istri tidak semata-mata persoalan melampiaskan syahwat, akan tetapi lebih mulia lagi terkait dengan tujuan sebuah pernikahan.

Hikmah Do’a Suami-Istri


1. Agar seseorang ingat akan nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya. Yang berupa pasangan hidup yang karena itu seseorang mendapatkan ketentraman dan kedamaian.

2. Agar seseorang menyadari tujuan utama pernikahannya, yaitu demi keberlangsungan generasi dan memperbanyak hamba-hamba yang akan menyembah Allah.

3. Agar seseorang senantiasa ingat akan musuh utama dalah kehidupan ini, yaitu syetan yang senantiasa menggoda dan menjerumuskan anak cucu Adam. Bahkan sejak berada dalam kandungan. Lalu selalu berlindung kepada Allah dari godaan syetan.

4. Agar seseorang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha.

5. Agar selalu berusaha mengharapkan ridha Allah dalam setiap perbuatan yang dilakukan, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah.

6. Anak adalah karunia Allah yang diamanahkan kepada orang tuanya dan hendaknya ditunaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kehendak Dzat yang member amah itu.

Wallahu A’lam.

2 Responses
Tinggalkan komentar anda: