
baitul-hikmah.com, Presiden Amerika Serikat beragama Islam? Mengapa tidak? Sewaktu John F Kennedy yang beragama Katolik berkampanye menjadi presiden pada 1960,rakyat AS meragukan keberhasilan Kennedy.
Sewaktu Barack Obama yang berkulit hitam menjadi presiden pada 2008 rakyat AS juga mencatat sejarah baru. Kali ini calon kuat penantang Obama adalah mantan Gubernur Massachussetts Mitt Romney,yang beragama Mormon,sebuah aliran sempalan dari Kristen,yang berseberangan dengan mayoritas umat Kristen Protestan di AS pada umumnya. Anggota Kongres Joe Lieberman,yang beragama Yahudi,juga pernah mencalonkan diri menjadi presiden.
Bagaimana jika presiden AS datang dari kaum muslim? Ini juga bukan mustahil walaupun peluang itu masih terlalu jauh dengan berbagai tantangan dan resistensi negatif rakyat AS.Namun jika dilihat dari perkembangan Islam di AS beberapa tahun ini,dengan munculnya beberapa politisi muslim di Kongres AS,sekali lagi bukan mustahil untuk bisa terjadi satu saat nanti.
Komentar atau sikap paling terbuka soal kemungkinan ini datang dari kandidat Presiden AS Newt Gingrich di South Carolina kemarin.”Saya akan mendukung seorang muslim menjadi presiden jika mereka berjanji untuk tidak menerapkan syariat,”ujar mantan Ketua Kongres AS itu. Komentar Gingrich ini sedikit melunak setelah sebelumnya menuduh Islam sebagai agama teroris yang berbahaya.
”Seorang modern sejati yang kebetulan menyembah Allah tidak akan menjadi ancaman. Seseorang yang percaya pada syariat atau upaya apa pun untuk menerapkan syariat pada kita semua,itu akan menjadi ancaman yang mematikan,”lanjut Gingrich. Dia menambahkan,muslim yang bisa diterima menjadi presiden AS adalah mereka yang berpikiran modern dan terbuka dengan semua agama.
”Jika mereka orang modern yang terintegrasi ke dalam dunia modern dan mereka siap untuk mengakui semua agama, tentu akan berbeda,” katanya. Di lain pihak,lanjut Gingrich, jika muslim tersebut adalah warga Arab Saudi yang menuntut agar rakyat AS menghormati mereka,sementara mereka sendiri menolak umat Yahudi atau Kristen beribadah di Arab Saudi,itu jelas tidak bisa diterima.
Menurut Zachary Bailes dari Wake Forest University Divinity School,salah satu hambatan besar bagi muslim untuk menjadi presiden adalah bahwa mayoritas rakyat AS menganggap negara ini adalah negara Kristen.Romney adalah contoh paling bagus untuk membuktikan bahwa negara ini bukan negara Kristen,namun negara yang menjadi kebebasan beragama berdasarkan Amendemen Pertama Konstitusi AS.
”Bangsa Kristen sejati seharusnya tidak memberlakukan agama resmi apa pun pada rakyatnya,namun harus mendukung kebebasan berpendapat untuk mengungkapkan isi hatinya,apakah dia muslim, Mormon atau apa pun,”tulis Bailes dalam Associated Baptist Press. Laporan KORESPONDEN SINDO IRAWAN NUGROHO Washington