baitul-hikmah.com, Kepala komisi pemilihan Mesir Abdel Moez Ibrahim mengumumkan hasil akhir tahap ketiga pemilihan parlemen di Mesir Sabtu (7/1). Hasilnya, sepertiga suara didominasi kelompok Ikhwanul Muslimin dan Partai Al Nour Salafy.
Padahal, pada masa Presiden Hosni Mubarak, Ikhwanul Muslimin dilarang berdiri di Mesir. Namun akhirnya Ikhwanul Muslimin muncul sebagai pemenang utama dari pemberontakan yang menggulingkan Mubarak.
Mereka memanfaatkan basis dukungan yang terorganisasi dengan baik dalam pemilihan legislatif langsung pertama di Mesir dalam beberapa dasawarsa. Partai Ikhwanul Muslimin memenangkan sekitar 37,5 persen suara di tahap ketiga dan terakhir pemungutan suara.
Sementara jumlah total pemilih di Mesir mencapai hingga 1,4 juta orang dari 8,6 pemilih yang terdata dengan keikutsertaan pemilu sebesar 62 persen.
subhanallah walhamdulillah walaaillahaillallah wallahuakbar,,,,, smga mnjadi awal bgi kemenangan dakwah di bumi Allah,,jayalah I M.. MENUJU KHILAFAH ISLAMIYAH